Penanganan Hernia Pada Anak

Penanganan Hernia Pada Anak – Mengetahui terjadinya penyakit hernia cukup dengan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan ultrasonografi (USG) perut hanya merupakan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui ada tidaknya komplikasi penyakit.

Penanganan Hernia Pada Anak

Penanganan Hernia Pada Anak

Penyakit Hernia

Sebagian besar hernia umbilikalis menutup dengan sendirinya saat anak berusia 1 tahun. Terkadang dokter hanya melakukan sedikit penekanan agar bagian yang keluar dapat masuk kembali. Seringkali penderita datang ke pengobatan alternatif, selanjutnya dilakukan penekanan dan pembebatan agar tidak menonjol. Tindakan ini sangat ceroboh dan dapat mengakibatkan masalah serius hingga kematian. Penanganan Hernia Pada Anak khususnya untuk kasus hernia umbilikalis, tindakan Penanganan Hernia.

Penyebab dari terjadinya penyakit hernia pada anak adalah akibat serangan berbagai faktor seperti dibawah ini :

  1. Kelemahan yang terjadi pada otot atau juga terjadi pada jaringan. Hal ini merupakan salah satu faktor tersering yang menyebabkan terjadinya penyakit hernia pada anak. Kelamahan yang terjadi dibagian jaringan tadi bisa membuat organ-organ internal dan yang paling utaa adalah bagian usus untuk mengalami penonjoolan keluar dari jaringan adiposa yang ada di perut kemudian menjadi menonjol keluar dan bisa mengembangkan hernia.
  2. Cacat bawaan. Penyebab penyakit hernia selanjutnya adalah dengan beberapa kasus, akanalis inginalus yang tidak bisa ditutup dengan benar dan juga tepat sehingga setelah proses melahirkan anak akibat faktor tertentu. Dan hal ini adalah salah satu faktor resiko yang bisa mengembangkan terjadinya perkembangan penyakit hernia.
  3. Faktor keturunan atau genetik. Penyakit hernia umbilikal yang bisa melewati generasi.

Gejala Hernia

Gejala penyakit hernia yang muncul pada anak adalah :

  1. Peradangan yang terjadi pada daerah yang menonjol
  2. Intens nyeri
  3. Jarang, testis dan juga usus yang terpengaruh
  4. Perasaan yang kemudahan
  5. Mengalami muntah

Selain itu, bersin, batuk dan juga disaat anak sedang menangis akan meningkatkan terjadinya tekanan pada daerah perut dan akan membuat gejala dari penyakit hernia menjadi semakin memburuk. Komplikasi yang paling utama yang berhubungan dengan penyakit hernia yang bisa membuat beberapa organ mengalami kerusakan. Cara yang paling baik melakukan penanganan hernia pada anak adalah dengan mencari seorang ahli bedah pediatrik jika Anda melihat beberapa gekala hernia. Lakukanlah konsultasi dengan dokter bedah jika memang Anda melihat beberapa gejala yang muncul misalnya adalah seperti benjolan pada perut. Selain itu, resiko dari penyakit hernia akan berkembang menjadi lebih parah untuk anak-anak yang berada di bawah usia. Penegakkan diagnosis dari ahli bedah kondisi dengan cara melakukan beberapa pemeriksaan yang bisa membantu menentukan diagnosis. Dokter bedah biasanya akan meminta anak untuk batuk sehingga akan terlihat hernia akan terlihat lebih jelas.

Penyakit hernia pada anak biasanya sudah muncul disaat anak baru saja lahir, namun kemungkinan juga tidak terlihat dalam waktu beberapa minggu atau juga beberapa bulan setelah proses kelahiran berlangsung. Ketegangan dan juga menangis tidak akan mengakibatkan penyakit hernia, namun tekanan yang muncul pada perut biasanya akan membuat penyakit hernia terlihat dengan lebih jelas. Untuk kasus penyakit hernia inguinalis dan umbilikal yang masing-masing akan terlihat dengan gejala seperti tonjolan atau juga seperti benjolan pada daerah selangkangan atau juga dibagian skrotum dan juga pada daerah yang muncul di pusar. Selain itu, benjolan juga kemungkinan akan menjadi lebih terlihat disaat bayi sedang menangis. Dan kemungkinan akan mengempis dan hilang lagi disaat bayi sudah tenang. Dokter biasanya akan mendorong masuk tonjolan tadi disaat anak sedang dalam keadaan berbaring dengan tenang dan membuat hernia menjadi kecil.

Sesekali, hal yang bisa dilakukan adalah dengan melekukan usus yang menonjol tadi lewat hernia yang bisa terjepit dan juda tidak bisa dimasukkan kembali dengan cara yang lembut menuju ke rongga perut. Biasanya ketikan hal ini terjadi, bagian dari usus ini bisa kehilangan asupan darah dan akan mengalami kerusakan. Pasokan darah yang baik juga sangat dibutuhkan supaya membuat usus sehat dan bisa menjalankan fungsinya dengan baik lagi.

Penanganan Hernia Pada Anak

Pada Anak operasi biasanya tidak perlu dilakukan. Terutama jika diameter cincin hernia sekitar 1 cm. Biasanya akan menutup dalam tiga tahun. Pada kndisi tertentu, perlu dilakukan intervensi pembedahan, misalnya :

  • Bila didapatkan diameter cincin hernia 2 cm atau lebih dan tidak menutup spontan, maka dilakukan tidnakan pembedahan pada usia 2 atau 3 tahun.
  • Setelah usia 3 tahun keatas, tidak terjadi penutupan spontan.
  • Hernia terperangkap dan menghambat [ergerakan usus, hingga mengakibatkan kegawatdaruratan.

Pada orang dewasa lebih diutamakan pada tindakan operasi, untuk menghindari komplikasi, terutama jika hernia dirasakan makin membesar dan terasa nyeri. Tindakan pembedahan dilakukan dengan membuat luka pada rongga perut, selanjutnya dilihat bagian usus yang terperangkap dan dilakukan evaluasi apakah terjadi kerusakan jaringan atau tidak.

Jika sudah mengalami kerusakan dan tidak dapat dipertahankan, dilakukan Penanganan Hernia Pada Anak dengan pemotongan usus, namun jika masih baik, usus dimasukkan kembali kemudian dilakukan penjahitan agar tidak keluar kembali. Setelah operasi penderita dapat pulang beberapa jam kemudian. Penderita dapat melakukan aktivitas harian setelah dua hingga 4 minggu. Terjadinya keluhan berulang jarang sekali terjadi.

 Penanganan Hernia Pada Anak


=====================================

>>> Kapsul Herbal Pro-Hernia Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Hernia, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Hernia and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>