Penyakit Hernia Pada Orang Dewasa

Penyakit Hernia Pada Orang Dewasa – Tonjolan yang muncul pada suatu organ tubuh misalnya di dinding organ yang melalui rongga yang biasanya beerisi merupakan suatu gejala dari penyakit hernia. Penyakit hernia pada orang dewasa bisa terjadi secara tiba-tiba dan mendadak, atau bisa juga melalui suatu perkembangan yang lambat dan memnbutuhkan proses yang lama sekali. Penyakit hernia bisa juga dialami oleh bayi atau balita. Mereka yang berusia muda atau berusia remaja jika mengalami penyakit ini bisa disebabkan karena mengidap penyakit hernia sejak mereka masih kecil atau bawaang lahir.

Penyakit Hernia Pada Orang Dewasa

Penyakit Hernia Pada Orang Dewasa

Penyakit Hernia

Penyakit hernia pada orang dewasa yang terjadi salah satunya terjadi pada lipat paha. Lipat paha ini merupakan salah satu daerah yang mengalami dinding abdomen yang mengalami kelemahan secara alami dan juga merupakan salah satu tempat yang paling sering terjadinya penyakit hernia.

Gejala hernia yang ditunjukkan dari penyakit hernia pada orang dewasa ini adalah tonjolan yang keluar, biasanya jika Anda mengejan terlalu kuat dan juga disebabkan karena mengangkat barang yang terlalu berat. Cara mengatasi penyakit hernia ini biasanya diharuskan untuk melakukan operasi pembedahan, hal ini bertujuan untuk menutup lubangnya kembali atau bisa juga dengan menggunakan penahan khusus agar hernia tidak mengalami pembesaran.

Penyebab Penyakit hernia pada orang dewasa jenis inkarserata atau strangulate biasanya adanya suatu obstruksi yang bisa menimbulkan suatu hiperperistalsis dan akhirnya kolik abdomen. Dan terapi yang cocok untuk penyakit hernia jenis ini adalah dengan melakukan operasi.

Hernia terjadi karena adanya kelemahan pada bagian dinding perut sehngga bagian organ yang lain seperti usus dapat keluar. Kelemahan ini bisa terjadi pada saat bayi dilahirkan yakni adanya suatu defek pada otot dinding perut. Namun ada juga yang muncul seiring bertambahnya usia. Adanya tekanan dari organ atau jaringan di dalam rongga perut dalam waktu lama juga bisa menebabkan semakin lemahnya otot dinding perut. Tekanan inilah yang menyebabkan organ menonjol keluar. Lokasi hernia bisa di pusar (umbilikus), ulu hati (epigastrik), inguinal dan femoral.

Hernia inguinal yang makin lama makin masuk ke biji kemaluan/ skrotum (buah zakar) disebut sebagai hernia skrotalis. Hernia skrotalis mesti dibedakan dengan benjolan di skrotum lainnya, sebab benjolan di skrotum banyak macamnya. Hernia skrotalis adalah tonjolan pada skrotum yang berisi usus halus masuk ke dalam lubang di dinding perut ke dalam kanalis inguinalis (cincin inguinal). Kanalis inguinalis adalah saluran berbentuk tabung, yang merupakan jalan tempat turunnya testis (buah zakar) dari perut ke dalam skrotum (kantung zakar sesaat sebelum bayi dilahirkan. Seiring dengan bertambahnya usia janin dalam kandungan, kanalis ini akan menutup menutup dengan sempurna sehingga pada saat dilahirkan tidak terdapat defek dikanalis inguinalis. Namun apabila proses penutupan kanalis inguinalis ini tidak sempurna, maka akan terjadi hernia inguinalis pada bayi baru lahir.

Letak dari kanalis inguinalis ini yaitu disebelah dalam pangkal paha, antara pangkal paha dengan kemaluan. Hernia inguinalis terbagi menjadi dua, yaitu hernia inguinalis lateral dan hernia inguinalis medial. Pada laki-laki paling sering terjadi hernia inguinalis lateral, sednagkan pada wanita lebih sering terjadi inguinalis medial. Hal ini berdasarkan perbedaan anatomi antara laki-laki dan wanita.

Komplikasi Penyakit Hernia

Pada kondisi hernia komplikasi yang mungkin terjadi adalah perforasi atau terjadinya perdarahan. Tindakan pencegahan komplikasi, melaksanakan tindakan pengobatan dan perawatan yang tepat sesuai dengan keadaan penyakit. Menentukan diagnose secepat mungkin dengan mengambil tindakan perawatan dan pengobatan dan pemberian obat hernia.

Sedangkan pada hernia inguinalis dapat menimbulkan komplikasi berupa ;

  • Inkarserasi yang terjadi apabila bagian herbia usus tidak dapat direduksi lagi melalui defek abdomen
  • Strangulasi yang terjadi apabila bagian inkarserata usus mengalami hernia yang memeperlihatkan tanda strangulasi

Jika pada hernia femoralis dapat menimbulkan komplikasi berupa :

  • Terjadi karena diagnosis yang tertunda
  • Strangulasi
  • Obstruksi usus

Namun untuk mengetahui komplikasi yang terjadi akibat penyakit hernia ini umumnya usai dilakukan proses pembedahan.

Mengawasi atau mengobservasi penderita dengan baik selama memerlukan pengawasan yang intesip. Perawatan yang tergantung pada macam hernia dan macam operasi, bila operasinya ringan, maka dirawat seperti operasi kecil biasa, kemungkinan dengan lokal anetes mungkin pula penderita dengan narkose umum. Hanya harus diperhatikan jangan terlalu cepat untuk diberikan makan dan kalau sudah boleh makan mulai dengan makanan cair.

Pada hernia inkarserata, kemungkinan dilaksanakan operasi pemotongan usus halus, dalam hal ini dilakukan perawatan penderita sudah sembuh ia tidak boleh mengangkat barang-barang yang berat dan buang air besar tidak boleh mengedan terlalu keras dan makanan harus yang lembut-lembut atau lunak.

Cara pengobatan penyakit hernia pada orang dewasa bisa dilakukan dengan operasi atau pembedahan. Pembedahan dari penyakit hernia ini terdapat 3 cara yakni hernioplasti, herniorafi, herniotomi. Hernioplasti merupakan salah satu cara pembedahan yang dilakukan dengan tujuan untuk pencegahan terjadinya hernia yang kambuh dengan membentuk ulang struktur memberi kekuatan yang lebih besar. Herniorafi bertujuan dengan memberikan kekuatan pada area yang lemah dengan beberapa jaringan pada pasien atau bisa juga dengan menggunakan materi yang lainnya. Herniotomi dilakukan dengan tujuan untuk menyembuhkan hernia dan mengembalikan hernia ke posisi mula dan posisi yang normal dengan melakukan pengangkatan kantong hernia.

 Penyakit Hernia Pada Orang Dewasa

Posted in Penyakit Hernia | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Hernia Pada Anak

Penanganan Hernia Pada Anak – Mengetahui terjadinya penyakit hernia cukup dengan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan ultrasonografi (USG) perut hanya merupakan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui ada tidaknya komplikasi penyakit.

Penanganan Hernia Pada Anak

Penanganan Hernia Pada Anak

Penyakit Hernia

Sebagian besar hernia umbilikalis menutup dengan sendirinya saat anak berusia 1 tahun. Terkadang dokter hanya melakukan sedikit penekanan agar bagian yang keluar dapat masuk kembali. Seringkali penderita datang ke pengobatan alternatif, selanjutnya dilakukan penekanan dan pembebatan agar tidak menonjol. Tindakan ini sangat ceroboh dan dapat mengakibatkan masalah serius hingga kematian. Penanganan Hernia Pada Anak khususnya untuk kasus hernia umbilikalis, tindakan Penanganan Hernia.

Penyebab dari terjadinya penyakit hernia pada anak adalah akibat serangan berbagai faktor seperti dibawah ini :

  1. Kelemahan yang terjadi pada otot atau juga terjadi pada jaringan. Hal ini merupakan salah satu faktor tersering yang menyebabkan terjadinya penyakit hernia pada anak. Kelamahan yang terjadi dibagian jaringan tadi bisa membuat organ-organ internal dan yang paling utaa adalah bagian usus untuk mengalami penonjoolan keluar dari jaringan adiposa yang ada di perut kemudian menjadi menonjol keluar dan bisa mengembangkan hernia.
  2. Cacat bawaan. Penyebab penyakit hernia selanjutnya adalah dengan beberapa kasus, akanalis inginalus yang tidak bisa ditutup dengan benar dan juga tepat sehingga setelah proses melahirkan anak akibat faktor tertentu. Dan hal ini adalah salah satu faktor resiko yang bisa mengembangkan terjadinya perkembangan penyakit hernia.
  3. Faktor keturunan atau genetik. Penyakit hernia umbilikal yang bisa melewati generasi.

Gejala Hernia

Gejala penyakit hernia yang muncul pada anak adalah :

  1. Peradangan yang terjadi pada daerah yang menonjol
  2. Intens nyeri
  3. Jarang, testis dan juga usus yang terpengaruh
  4. Perasaan yang kemudahan
  5. Mengalami muntah

Selain itu, bersin, batuk dan juga disaat anak sedang menangis akan meningkatkan terjadinya tekanan pada daerah perut dan akan membuat gejala dari penyakit hernia menjadi semakin memburuk. Komplikasi yang paling utama yang berhubungan dengan penyakit hernia yang bisa membuat beberapa organ mengalami kerusakan. Cara yang paling baik melakukan penanganan hernia pada anak adalah dengan mencari seorang ahli bedah pediatrik jika Anda melihat beberapa gekala hernia. Lakukanlah konsultasi dengan dokter bedah jika memang Anda melihat beberapa gejala yang muncul misalnya adalah seperti benjolan pada perut. Selain itu, resiko dari penyakit hernia akan berkembang menjadi lebih parah untuk anak-anak yang berada di bawah usia. Penegakkan diagnosis dari ahli bedah kondisi dengan cara melakukan beberapa pemeriksaan yang bisa membantu menentukan diagnosis. Dokter bedah biasanya akan meminta anak untuk batuk sehingga akan terlihat hernia akan terlihat lebih jelas.

Penyakit hernia pada anak biasanya sudah muncul disaat anak baru saja lahir, namun kemungkinan juga tidak terlihat dalam waktu beberapa minggu atau juga beberapa bulan setelah proses kelahiran berlangsung. Ketegangan dan juga menangis tidak akan mengakibatkan penyakit hernia, namun tekanan yang muncul pada perut biasanya akan membuat penyakit hernia terlihat dengan lebih jelas. Untuk kasus penyakit hernia inguinalis dan umbilikal yang masing-masing akan terlihat dengan gejala seperti tonjolan atau juga seperti benjolan pada daerah selangkangan atau juga dibagian skrotum dan juga pada daerah yang muncul di pusar. Selain itu, benjolan juga kemungkinan akan menjadi lebih terlihat disaat bayi sedang menangis. Dan kemungkinan akan mengempis dan hilang lagi disaat bayi sudah tenang. Dokter biasanya akan mendorong masuk tonjolan tadi disaat anak sedang dalam keadaan berbaring dengan tenang dan membuat hernia menjadi kecil.

Sesekali, hal yang bisa dilakukan adalah dengan melekukan usus yang menonjol tadi lewat hernia yang bisa terjepit dan juda tidak bisa dimasukkan kembali dengan cara yang lembut menuju ke rongga perut. Biasanya ketikan hal ini terjadi, bagian dari usus ini bisa kehilangan asupan darah dan akan mengalami kerusakan. Pasokan darah yang baik juga sangat dibutuhkan supaya membuat usus sehat dan bisa menjalankan fungsinya dengan baik lagi.

Penanganan Hernia Pada Anak

Pada Anak operasi biasanya tidak perlu dilakukan. Terutama jika diameter cincin hernia sekitar 1 cm. Biasanya akan menutup dalam tiga tahun. Pada kndisi tertentu, perlu dilakukan intervensi pembedahan, misalnya :

  • Bila didapatkan diameter cincin hernia 2 cm atau lebih dan tidak menutup spontan, maka dilakukan tidnakan pembedahan pada usia 2 atau 3 tahun.
  • Setelah usia 3 tahun keatas, tidak terjadi penutupan spontan.
  • Hernia terperangkap dan menghambat [ergerakan usus, hingga mengakibatkan kegawatdaruratan.

Pada orang dewasa lebih diutamakan pada tindakan operasi, untuk menghindari komplikasi, terutama jika hernia dirasakan makin membesar dan terasa nyeri. Tindakan pembedahan dilakukan dengan membuat luka pada rongga perut, selanjutnya dilihat bagian usus yang terperangkap dan dilakukan evaluasi apakah terjadi kerusakan jaringan atau tidak.

Jika sudah mengalami kerusakan dan tidak dapat dipertahankan, dilakukan Penanganan Hernia Pada Anak dengan pemotongan usus, namun jika masih baik, usus dimasukkan kembali kemudian dilakukan penjahitan agar tidak keluar kembali. Setelah operasi penderita dapat pulang beberapa jam kemudian. Penderita dapat melakukan aktivitas harian setelah dua hingga 4 minggu. Terjadinya keluhan berulang jarang sekali terjadi.

 Penanganan Hernia Pada Anak

Posted in Penyakit Hernia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hernia Pada Anak

Penyakit Hernia Pada Anak – Hernia umbilikalis dapat terjadi saat bagian usus menonjol melalui bagian yang terbuka dari otot rongga perut. Penyakit hernia ini lebih sering pada bayi, namun juga dapat terjadi pada orangtua. Sebagian besar kelainan ini akan menutup pada saat usia 1 tahun. Pada beberapa penderita mungkin membutuhkan waktu yang lama. Untuk mencegah komplikasi, hernia umbilikalis yang tidak hilang sampai usia 4 tahun, atau masih muncul hingga anak beranjak dewasa muda, sebaiknya dilakukan tindakan operasi.

Penyakit Hernia Pada Anak

Penyakit Hernia Pada Anak

Penyakit Hernia Pada Anak

Penyakit Hernia Pada Anak, gejala hernia yang pada daerah dekat pusar. Diameternya antara 1-5 cm. BIasanya pada saat bayi menangis, batuk atau saat meregang/ Penonjolan tersebut akan hilang tatkala bayi terdiam, atau berbaring telentang. Pada anaknya biasanya tidak nyeri, sedangkan jika terjadi pada orang dewasa dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.

Idealnya tatkala diketahui bahwa terjadi penonjolan pada daerah sekitar pusat, anak segera dibawa ke dokter untuk mengetahui apa penyakit sebenarnya. Jika memang sudah terbukti mengalami hernia umbikalis, maka sebaiknya segera dibawa ke dokter jika terdapat gejala seperti berikut:

  • Bayi terasa nyeri, ditandai dengan menangis terus, tidak berhenti.
  • Bayi muntah.
  • Jika benjolan menjadi semakin besar, nyeri, dan terjadi perubahan warna kemerahan tanda adanya infeksi.

Penyakit Herni Pada Orang Dewasa

Pada orang dewasa. tanda-tanda atau gejala hernia adanya kegawatan hampir sama, segera konsultasi ke dokter jika di dapatkan benjolan di dekat pusar dan menjadi nyeri. Pengobatan yang segera dan tepat dapat mengurangi terjadinya komplikasi.

Selama kehamilan pusar bayi muncul melalui bukaan perut pada bayi. Pada kondisi normal pembukaan tersebut akan menutup beberapa saat sebelum lahir. Jika otot tersebut tidak bergabung dan menutup dengan sempurna, mengakibatkan terjadinya hernia umbilikalis sesaat setelah lahir atau saat dewasa.

Pada orang dewasa, terjadinya penyakit ini disebabkan oleh berlebihannya penekanan pada rongga abdomen. Penyebab hernia adalah :

  • kegemukan atau obesitas
  • mengangkat beban berat tanpa memperhitungkan kondisi tubuh
  • riwayat batuk lama
  • kehamilan
  • adanya cairan di dalam rongga perut (ascites)

Penyakit Hernia Pada Anak lebih sering terjadi pada janin terutama pada bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah. Kemungkinan terjadi antara bayi wanita dan bayi pria resikonya sama besar. Bayi berkulit hitam resikonya lebih besar dibanding bayi lainnya. Untuk orang dewasa, memiliki berat badan berlebih dan sering hamil juga meningkatkan resiko.

Jenis Penyakit Hernia

Penyakit hernia pada anak bisa terjadi menjadi 2 jenis penyakit hernia, yakni adalah ;

  1. Hernia inguinalis
    Hal ini terjadi disaat pertumbuhan dari janin laki-laki yang ada di dalam rahim akan siap untuk dilahirkan. Kemudian testis akan berkembang di dalam perut dan setelah itu akan bergerak turun menuju ke dalam skrotum lewat daerah yang disebut dengan kanalis inguinalis. Dan setelah itu tidak lama setelah si bayi lahir, kanalis ingiunalis ini kemudian akan menutup, dan akan menghindari perpindahan menuju ke perut. Jika pada daerah ini tidak tertutup dengan secara penuh, sebuah lekukan yang terjadi pada usus biasanya akan masuk ke dalam kanalis inguinalis lewat daerah yang lemah pada dinding perut dibagian bawah yang bisa mengakibatkan terjadinya penyakit henria. Walaupun memang anak perempuan tidak mempunyai tests, namun mereka mempunyai resiko kanalis inguinalis, sehingga bisa juga menyebabkan terjadinya resiko penyakit hernia pada bagian tersebut.
  2. Hernia umbilikal
    Pada kasus ini biasanya disaat janin sedang tumbuh dan kemudian mengalami perkembangan selama masa kehamilan, akan ada lubang kecil yang terletak pada otot perut yang bisa memungkinkan membuat tali puat untuk menghubungkan ibu menuju ke bayi. Sebelum proses kelahiran terjadi biasanya bukaan yang muncul pada otot perut akan tertutup. Dan terkadang bukaan tersebut itu tidak akan tertutup dengan sempurna, masih terdapat lubang kecil. Sebuah lekukan usus yang bsia bergerak menuju ke dalam lubang diantara dari otot perut tersebut kemudian akan mengakibatkan terjadinya penyakit hernia pada anak. Selain itu, resiko terjadinya penyakit hernia pada anak akan semakin meningkat pada bayi yang lahir prematur atau juga mempunyai orang tua dengan kasus hernia disaat usianya masih bayi.

Penanganan Hernia

Pembedahan yang dilakukan pada hernia kelipatan paha, pembedahan ini merupakan salah satu jalan yang paling baik. Dan begitu juga untuk kasus penyakit hernia yang memang sudah terlebih dahulu ditegakkan diagnosisnya. Jika penyakit hernia ini menimbulkan komplikasi, maka biasanya akan muncul gejala seperti terjepitnya isi dari kantong hernia, maka pembedahan yang harus dilakukan dengan cepat dengan cara mempersiapkan minimal dalam membantu menyelematka bagian orang yang terjepit di dalam kantong hernia tersebut.

Resiko yang muncul dari pembedahan juga cukup tinggi. Baik dalam hal resiko dan juga dari segi pembedahan serta segi pembiusan. Oleh karena itu, jika ada hernia pada bagian lipat paha bayi dan anak, pembedahan yang dilakukan secara berencana juga harus sudah dipersiapkan namun tanpa melihat usia dan juga melihat berat badan si bayi atau juga anak. Karena, pembedahannya sendiri merupakan salah satu bentuk tindakan untuk bisa membantu memutus hubungan yang terjalin diantara rongga perut dengan kantong hernia tadi.

Yang menjadi pertimbangan dari pembedahan ini adalah apakah pembiusan umum yang bisa dilakukan pada bayi atau juga pada anak tersebut. Pada kasus penyakit hernia dibagian lipat paha anak dengan usia yang lebih dari 1 tahun jika memang kondisi dari pasien dan juga layanan fasilitas rumah sakit yang bisa memungkinkan melakukan pembedahan maka bisa dilakukan tanpa adanya rawat inap.

Penyakit Hernia Pada Anak

Posted in Penyakit Hernia | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Terkena Penyakit Hernia

Gejala Terkena Penyakit Hernia  – Hernia merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh turunnya usus ke bawah selaput perut sampai terkadang ke buah zakar. Dari beberapa kasus yang diketahui, bahwa penyakit hernia umumnya sering terjadi pada pekerja yang banyak mengangkut benda atau barang-barang berat seperti pekerja pada pelabuhan, pabrik dan pada orang-orang yang meniup balon dan mengedan terlalu kuat.

Gejala Terkena Penyakit Hernia

Gejala Terkena Penyakit Hernia

Gejala Terkena Penyakit Hernia klinis

Terasa mual pada daerah terjadinya hernia, nyeri yang keras. Terjadinya benjolan pada lokasi hernia. terjadinya gelembung pristal yang mudah didengar. Bila otot-otot sudah mengendor, maka benjolan mulai menghilang. Kadang-kadang perut kembung disertai mual dan muntah.

Adapun Gejala Terkena Penyakit Hernia yang dapat digunakan sebagai acuan dari keberadaan penyakit ini antara lain sebagai berikut :

  1. Rasa sakit di area perut bagian bawah
  2. Adanya bernjolan ususu di perut bagian bawah
  3. Sakit akan bertambah hebat jika bekerja berat atau mengangkat beban berat

Dalam masyarakat awam, penyakit hernia dikenal dengan istilah turun berok. Apa yang dimaksud dengan penyakit hernia? Penyakit hernia sendiri sebenarnya adalah salah satu jenis penyakit yang masuk ke dalam kasus pembedahan dan bukan termasuk ke dalam kasus penyakit dalam. Pada masyarakat, penyakit hernia dikenal lebih banyak menyerang laki-laki, namun hal ini tidak benar adanya. Informasi yang tersebar dimasyarakat masih simpang siur mengenai hal tersebut. Seperti yang sudah diketahui bahwa semua orang bisa mengalami penyakit hernia. Bukan hanya pria saja, namun wanita juga. Bukan hanya anak-anak saja namun orang dewasa juga bisa menderita hal serupa.

Penyakit hernia adalah salah satu bentuk penyakit yang ditandai dengan gejala hernia seperti perpindahan pada suatu organ dari rongga satu ke rongga yang lainnya. Hal ini biasanya terjadi disaat otak atau juga perut dan tulang spinal dan tulang belakang. Yang paling umum terjadi adalah pada kasus penyakit hernia inguinalis atau penyakit hernia yang muncul pada sekitar selangkangan. Penyakit hernia sendiri biasanya bisa diakibatkan karena beberapa hal misalnya adalah faktor genetik atau bawaan ahir yang bisa didapat darii penyakit hernia, penyakit hernia bawaan lahir merupakan salah satu kejadian yang terjadi jika proses dari pembentukan pada dinding menjadi terbentuk kurang sempurna. Penyakit hernia yang bisa didapat jika memang ada suatu tekanan pada perut yang muncul dengan besar sehingga isi dari perut yang keluar pada daerah yang sangat lemah dan kemudian pada akhirnya memicu terjadinya penyakit hernia.

Penyebab Hernia

Penyebab hernia terjadi disebabkan karena jika memang ada suatu tekanan yang muncul dibagian rongga dalam perut dan akibat dari dinding perut yang semakin lemah dan lama kelamaan menjadi semakin tipis. Selain itu, perpaduan dari tekanan yang muncul pada orngga perut akan mengehan akibat dari batuk, bersin, dan menangis yang bisa mengekibatkan terjadinya penyakit hernia. Selain itu, kasus susah buang air besar juga akan membuat penyakit hernia muncul.

Pengobatan Penyakit Hernia

Pengobatan yang dilakukan pada penyakit hernia ini biasanya dilihat dulu dari kondisi penyakit hernia itu sendiri. Jika penyakit hernia ini masih bisa keluar masuk dengan cara yang sempurna dan tidak mengalami hambatan serta tidak muncul infeksi yang berarti, maka tindakan operasi atau pembedahan bisa dicegah. Namun jika hernia sudah mengalami hambatan dan bisa mengakibatkan terjadinya infeksi maka tindakan operasi memang harus dilakukan. Tindakan operasi biasanya juga dilakukan dengan cara mengangkat hernia yang pecah jika memang hal tersebut sudah terjadi. Jika tidak, maka tujuan dari pembedahan dilakukan adalah membantu menguatkan dinding pada perut yang lemah tadi. Salah satu cara mengobati penyakit hernia salah satunya adalah dengan menggunakan celana hernia. Saat ini banyak sekali orang yang menjual celana hernia.

Celana hernia biasanya digunakan untuk membantu mengatasi keluhan penyakit hernia di tahap awal. Maksudnya adalah dalam melakukan pencegahan agar hernia tidak keluar. Namun jika dinding perut tadi sudah terlanjur berlubang maka tindakan operasi harus tetap dilakukan. Terkadang, operasi yang dilakukan pada penyakit hernia tidak bisa dilakukan dengan cepat juga. Dan sembari menunggu proses operasi, maka Anda bisa menggunakan celana hernia ini.

Hal yang bisa dilakukan sebagai salah satu tindakan pencegahan penyakit hernia adalah :

  1. Jika Anda sedang melakukan aktivitas yang berat, maka sebaiknya gunakanlah tekni mengangkat barang atau benda dengan cara yang benar dan tepat
  2. Sebaiknya gunakanlah otot pada bagian kaki dan jangan menggunakan otot pada bagian punggung
  3. Melakukan konsultasi dengan dokter jika memang Anda mengalami masalah dalam buang air kecil

Hal lainnya yang harus dilakukan adalah menjaga dan memelihara kesehatan dengan baik. Mengonsumsi makanan yang gizinya dan nutrisi seimbang merupakan salah satu cara mencegah penyakit hernia dari dalam. Selain itu, harus diimbangi juga dengan melakukan olahraga secara teratur. Pola makan yang sehat serta tepat waktu dan memelihara kebersihan lingkungan disekitar kita adalah hal yang sangat penting. Konsumsilah buah-buahan dan sayuran yang mengandung antioksidan yang baik serta mengandung serat tinggi sehingga mencegah terjadinya masalah susah buang air besar yang bisa menjadi pemicu terjadinya penyakit hernia.

Itulah informasi mengenai penyakit hernia, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Gejala Terkena Penyakit Hernia

Posted in Penyakit Hernia | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hernia

Penyakit Hernia atau turun berok adalah benjolan melalui titik lemah atau celah pada permukaan suatu ruang tubuh. Hernia abdominalis adalah tonjolan berupa suatu kantong yang berdinding peritonium melalui suatu defek pada dinding perut. Hernia areponibilis adalah hernia dimana isi kantong bisa dikembalikan dalam ruang abdomen. Hernia Irriponibis atau hernia Inkarserata adalah hernia di mana isi kantong tidak dapat dikembalikan ke dalam abdomen, disini tidak terdapat peradangan pada kantong-kantong atau isinya  dan tidak ada pengaruhnya pada pemberian darah. Hernia Strangulata adalah hernia dimanan pembuluh datah untuk isi kantong tersumbat.

Penyakit Hernia

Penyakit Hernia

Patogenesis Penyakit Hernia

Macam-macam hernia menurut tempatnya : hernia Inguinalis kira-kira 80 %, hernia fermoralis, hernia umbilikalis 50 % terjadi pada wanita yang berusia 50 tahun keatas, dan hernia skrotalis pada pria serta hernia labialis pada wanita. Selain itu penyakit hernia yang kebanyakan menyerang kaum pria juga memiliki beberapa tingkatan, diantaranya adalah :

  1. Hernia Redusible (reponibel), dimana hernia itu masih dapat kembali, jadi kalau isi hernia itu usus, maka usus yang masuk kantong hernia itu kadang-kadang kempis kembali.
  2. Hernia Irreduceble (irreponibel), dalam hal hernia tidak dapat susut kembali ke dalam rongga perut, isi usus masih dapat berjalan dengan lancar.
  3. Hernia Inkarserata (hernia terjepit), disini usus terjepit pada pintu hernia, maka akan terlihat adanya tanda-tanda ileus.

Gejala penyakit hernia yang muncul adalah pada kasus hernia inguinalis lateralis biasanya akan nampak benjolan yang terjadi pada daerah inguinal dan kemudian akan meluas menuju ke daerah skrotum. Terkadang, anak juga akan mengalami pembengkakan dibagian skrotum tanpa adanya benjolan dan sebelumnya terjadi pada daerah inguinal. Selain itu, orang tua biasnaya sebagai orang pertama yang melihat benjolan yang keluar tersebut. Hal ini kmungkinan muncul disaat bayi sedang menangis atau disaat bayi sedang mengejan. Dan selama bayi tertidur atau saat dalam keadaan tenang, biasanya hernia yang muncul ini akan hilang dengan sendirinya tanpa ada benjolan dan tanpa terjadinya pembengkakan pada skrotum. Riwayat pembengkakan yang terjadi pada daerah oangkal paha, labia, dan bagian skrotum yang terjadi dengan berulang kali akan hilang dengan otomatis merupakan salah satu tanda yang khas untuk kasus penyakit hernia lateralis.

Pemeriksaan Penyakit Hernia

Pemeriksaan fisik yang dilakukan biasnya akan menampakkan benjolan inguinal yang tingginya sebesar cincin interna atau juga ekterna atau pembengkakan pada daerah akrtoum yang ukurannya akan mengalami penurunan atau mengalami fluktuasi. Cara khas yang lain yang bisa dilakukan dalam melakukan pemeriksaan hernia inguinalis, yang sebenarnya terjadi pada bayi tidak harus dilakukan, dan ternyata bisa mengakibatkan membuat ketidaknyamanan. Hal ini disebabkan karena cincin interna dan juga ekstena yang muncul pada anak dan paralel. Hernia inguinalis lateralis juga bisa diketahui dengan cara memeriksa bayi lewat tindakan meletakkan bayi saat mereka sedang tidur dengan posisi telentang dan kakinya lurus serta tangannya diatas kepala.

Posisi yang seperti ini bisa menyebabkan terjadinya bayi menangis. Dan menangis akan membuat tekanan pada daerah intra abdomen akan mengalami peningkatan yang kemudian akan menunjukkan benjolan yang terjadi pada daerah tuberkulum pubis atau bagian cincin eksterna atau juga terjadinya pembengkakan pada bagian dalam skrotum. Biasanya anak yang lebih tua akan diperiksa dengan cara berdiri, yang memang membuat tekanan mengalami peningkatan pada intra abdomen dan kemudian akan memperlihatkan hernia tadi. Setelah itu, testis yang mengalami retraksi yang biasanya sering terjadi pada anak-anak dan bayi dan bisa menyerupai dengan hernia inguinalis dengan benjolan yang terletak pada atas cincin eskterna tadi. Karena itulah sangat pentig sekali untuk meraba testis sebelum kemudian meraba bagian benjolan inguinal tadi. Hal ini kemungkinan diferensiasi atau perbedaan dari antara keduanya dan bisa menghindari dari terjadinya tekanan pembedahan yang memang tidak diperlukan.

Diagnosis Hernia

Diagnosis yang sulit ditegkkan biasanya pemeriksaan rektum juga akan membantu untuk membedakan terjadinya kelainan pada daerah pangkal paha akut, dan pemeriksa pada awalnya akan memeriksa bagian cincin interna yang terletak pada sisi yang memang tidak terlihat dan setelah itu dengan cara mengusapkan jari telunjuk atau pada kelima jari kebagian cincin interna menuju ke daerah yang mengalami keterlibatan. Untuk kasus penyakit hernia inguinalis lateralis organ dalam abdomen yang bisa dilakukan palpasi dengan lebih menyeluruh lewat cincin interna. Dan cara ini biasanya bisa sangat membantu dalam membedakan penyakit hernia inkarserasi dengan hidrokel tali akut juga adanya suatu kelainan yang muncul pada kelainan inguinal lainnya misalnya adalah adenitis inguinalis.

Tindakan yang paling tepat untuk kasus penyakit hernia inguinalis lateralis adalah melakukan tindakan operasi, karena pada kasus penyakit hernia inguinalis lateralis juga tidak bisa sembuh hanya dengan spontan saja. Tindakan operasi penyakit hernia juga harus dengan segera dilakukan dengan elektif jika diagnosis sudah ditegakkan, karena biasanya akan beresiko sangat tinggi untuk terjadinya inkarserata dan kemudian harinya setelah terutama selama tahun pertama kehidupan si anak. Perbaikan yang terjadi secara elektif pada penyakit hernia inguinalis lateralis juga bisa dilakukan pada penderita yang sedang menjalankan rawat jalan.

Itulah informasi mengenai penyakit hernia dan juga tindakan mengatasi penyakit hernia. Semoga informasii ini bermanfaat untuk Anda semua.

Penyakit Hernia

Posted in Penyakit Hernia | Tagged , , , , , | Leave a comment